Skip to main content

Lubang Hitam 2 Juta Tahun Lalu

Laporan Penelitian - Kilatan langit yang membuat malam terang benderang menyilaukan nenek moyang manusia. Lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti meletus 2 juta tahun lalu.

Relik kosmik mengungkap lubang besar makan gila-gilaan. Lubang hitam relatif di pusat Bima Sakti, tetapi para astronom konvirmasi jejak peristiwa makan besar 2 tahun lalu. Ledakan kolosal di Sagittarius A* begitu kuat sehingga menerangi awan sejauh 200.000 tahun cahaya.

Lubang hitam berkedip yang bergerak dari daya maksimum kosmik mungkin membangunkan Homo erectus dari tidur atau Homo habilis yang pertama berotak besar menyaksikan dengan mata terbelalak. Atau mungkin Australopithecus africanus yang belum bisa mengabadikannya dalam seni.

"Selama 20 tahun para astronom menduga ledakan, tetapi sekarang kita tahu naga 4 juta kali massa Matahari terbangun dan meludah api 100 juta kali kekuatan hari ini," kata Joss Bland-Hawthorn, astronom University of Sydney.

Sejak tahun 1996 beranda filamen hidrogen Magellan Stream yang jauh di belakang 2 galaksi pendamping kecil galaksi kita Large dan Small Magellanic Clouds menjadi bukti kuat catatan arkeologis ledakan energi besar dari lubang hitam supermasif di pusat galaksi.

Emisi radio, inframerah, ultraviolet, sinar-X dan sinar gamma bangkit mengedipkan radiasi ketika awan gas kecil jatuh ke disk materi panas yang berputar-putar di sekitar lubang hitam. Bukti-bukti yang muncul bahwa ada bencana besar di masa lalu.

"Secara khusus pada tahun 2010 wahana Fermi NASA menemukan 2 gelembung besar gas panas mengepul keluar dari pusat galaksi, meliputi hampir seperempat langit," kata Bland-Hawthorn.

Awal tahun ini, simulasi komputer dari gelembung Fermi yang dibuat oleh University of California Santa Cruz secara kontroversial menyarankan bahwa acara besar disebabkan oleh ledakan kolosal dari Sagittarius A* dalam beberapa juta tahun terakhir.

"Peristiwa yang sama juga menjelaskan cahaya misterius yang kami lihat pada Magellan Stream. Pelepasan energi yang ditunjukkan tim Santa Cruz sangat cocok," kata Bland-Hawthorn.

"Lubang hitam hidup dan mati dalam 1 juta tahun direntang 14 miliar tahun berarti sangat cepat, ini temuan signifikan. Ada banyak bintang dan awan gas bisa jatuh ke disk panas di sekitar lubang hitam tahun depan. Ini kecil, tapi kami menantikan kembang api," kata Bland-Hawthorn.
Profile Peneliti : Joss Bland-Hawthorn

Fossil imprint of a powerful flare at the Galactic Centre along the Magellanic Stream

Joss Bland-Hawthorn1 et.al.

arXiv (Submitted on 21 Sep 2013)

Akses : arXiv:1309.5455

Gambar: NASA/Dana Berry/SkyWorks Digital

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…