Skip to main content

Link Vokal dan Kognisi Primata

Laporan Penelitian - Panggilan primata seperti ucapan manusia membantu bayi membentuk kategori, sebuah perkembangan link antara vokalisasi dan kognisi.

Bahasa adalah tanda tangan spesies manusia dan saluran utama untuk menyampaikan isi pikiran. Kekuatan bahasa tidak hanya dari detail keindahan sinyal, tetapi juga link rumit bagi kognisi. Bayi harus mengidentifikasi sinyal dan menemukan keterkaitan makna.

Tanggapan vokalisasi bayi manusia dan primata non-manusia menjelaskan asal-usul perkembangan hubungan bahasa dan kapasitas core kognitif. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mendengar pidato mendukung proses kognitif termasuk pembentukan kategori objek.

"Bayi 3 hingga 4 bulan, vokalisasi primata non-manusia mempromosikan objek kategorisasi, persis efek ucapan manusia. Tapi pada 6 bulan, vokalisasi tidak lagi memiliki efek link ke kognisi seperti pada manusia," kata Alissa Ferry, kognisian Language, Cognition and Development Lab di Trieste, Italia.

Pada manusia, bayi muda mendengarkan vokalisasi yang mendukung proses kognitif dasar kategorisasi. Pikiran bayi mengidentifikasi sinyal yang merupakan bagian dari bahasa dan mulai sistematis menghubungkan sinyal menjadi makna.

"Suara asing seperti panggilan lemur justru menganugerahkan efek yang sama seperti bahasa manusia. Asal-usul hubungan bahasa dan kategorisasi tidak dapat diturunkan dari belajar secara sendirian," kata Susan Hespos, psikosaintis Northwestern University.

Respon bayi primata non-manusia terhadap vokalisasi pada 3-4 bulan, bukan hanya karena kompleksitas akustik seperti halnya bayi manusia yang mendengar pidato pada segmen tahapan usia selanjutnya gagal membentuk kategori obyek pada usia berapa pun.

"Hubungan antara bahasa dan kategori objek jelas sedini 3 bulan, berasal dari template yang awalnya meliputi vokalisasi primata manusia dan non-manusia, tetapi dengan cepat disetel khusus pada vokalisasi manusia," kata Sandra Waxman, psikosaintis Northwestern University.




Nonhuman primate vocalizations support categorization in very young human infants

Alissa L. Ferry1,2, Susan J. Hespos2, and Sandra R. Waxman2.
  1. Cognitive Neuroscience Sector, Scuola Internazionale Superiore di Studi Avanzati, 34136 Trieste, Italy; and
  2. Department of Psychology, Northwestern University, Evanston, IL 60208
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 3, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1221166110

Gambar: Fox-Talbot at en.wikipedia
Video: Alissa L. Ferry et.al., DOI:10.1073/pnas.1221166110
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Hidup Tanpa Ibu, Bayi Tikus Lahir Sehat Tanpa Pembuahan Sel Telur

Penelitian ~ Membuat bayi semakin mudah tanpa telur bahwa tikus lahir tanpa ibu. Embrio haploid atau parthenogenotes disuntik dengan sperma berhasil berkembang menjadi keturunan yang sehat.

Gambar Tiga Dimensi Struktur Detail Virus Zika Resmi Terbit

Penelitian ~ Struktur virus Zika dipetakan untuk pertama kalinya. Gambar 3D virus tidak hanya memancing inspirasi seni, tapi bisa pula memberi petunjuk bagaimana melawannya.