Skip to main content

Lalat Campsicnemus popeye

Laporan Penelitian - Spesies Baru Lalat dinamai Popeye. Entomolog Bishop Museum di Honolulu, menemukan hotspot spesiasi pada lalat baru, Campsicnemus popeye, di kepulauan terpencil Polinesia, Prancis.

Neal Evenhuis, Entomolog Bishop Museum, dengan penuh kasih memberi nama salah satu spesies lalat baru Campsicnemus popeye karena berkarakter tokoh kartun 'Popeye Sailor Man' yang memiliki lengan bengkak dan mengacu pada bengkak pertengahan tibia.

C. popeye, bagaimanapun, tidak suka sayur bayam. Mereka adalah karnivora murni. Ketika Popeye merayu Olive Oyl demikian juga dilakukan lalat jantan yang melenturkan kaki mereka untuk menarik perhatian perempuan. Tapi Lalat Popeye nampaknya tidak suka memukul.
The Campsicnemus popeye species group (Diptera: Dolichopodidae) from French Polynesia

Neal L. Evenhuis1
  1. Pacific Biological Survey, J. Linsley Gressitt Center for Entomological Research, Bishop Museum 1525 Bernice Street, Honolulu, Hawai‘i 96817-2704, USA. E-mail: neale@bishopmuseum.org
Zootaxa, 3 Aug. 2013

Akses : DOI:10.11646/zootaxa.3694.3.7

Gambar: Neal L. Evenhuis, DOI:10.11646/zootaxa.3694.3.7

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…