Monday, September 23, 2013

Kontroversi IVF DNA Mitokondria

Laporan Penelitian - Teknologi IVF tiga orangtua dirancang untuk membantu wanita dengan penyakit mitokondria untuk memiliki anak yang sehat. Tapi masih labil diterapkan ke klinik.

Trio bioevolusionis mengkritik untuk menunda teknik sebelum digunakan ke klinik. Komentar menyusul pengumuman pemerintah Inggris yang ingin segera mensahkan regulasi untuk mengijinkan prosedur berdasarkan saran UK Human Fertility and Embryology Authority.

"Kami membahas peringatan potensi teknik ini yang belum benar-benar banyak dibahas dalam perdebatan," kata Damian Dowling, bioevolusionis Monash University di Melbourne.

"Ketika Anda mengganti mitokondria individu dengan salinan baru dari donor, hal ini dapat mempengaruhi segala macam sifat meskipun donor mitokondria adalah putatively healthy," kata Dowling.

Terapi mitokondria sangat menggiurkan. Di Australia saja kelainan ini mempengaruhi 1 dari 5000 orang dan sering disebabkan oleh mutasi pada DNA mitokondria. Gejalanya mulai dari kesulitan belajar ringan sampai distrofi otot, jantung dan kelainan otak.

Penyakit mitokondria tidak dapat disembuhkan dan umumnya diwariskan melalui garis ibu. Mitochondrial replacement (MR) adalah teknik IVF melibatkan memindahkan DNA nuklir calon ibu dan ayah ke telur pihak ketiga yang telah dilucuti dari materi genetik tetapi memiliki seperangkat sehat mitokondria.

Idenya adalah keturunannya bebas dari mitokondria rusak dan secara teknis memiliki 3 orang tua. Eksperimen praklinis MR telah banyak dilakukan pada tikus hingga monyet dan sekarang pada sel induk embrio manusia sampai ke tahap blastokista.

"Keturunan memiliki beberapa gen dari ibu donor. Jadi cukup banyak teknologi bahwa kita memiliki persetujuan untuk penggunaan klinis awal tahun depan," kata Dowling.

Tapi satu set eksperimen pada hewan termasuk tikus dan lalat buah menunjukkan bahwa mencampur dan mencocokkan genotipe nuklir dan mitokondria dapat mempengaruhi ciri, kadang detrimentally seperti perilaku kognitif, tingkat perkembangan, kesuburan dan harapan hidup.

MR adalah bentuk terapi germline yang mempengaruhi semua generasi mendatang. Ada ketakutan MR membuat perubahan genom nuklir. Dalam hal sekuen DNA mitokondria mempengaruhi ekspresi banyak sifat yang berhubungan dengan kesehatan.

Dowling dan rekan mendukung premis MR dan mengatakan teknik ini memiliki janji besar bagi calon ibu yang menderita penyakit mitokondria. Namun langkah yang paling hati-hati ke depan yaitu kecocokan haplotype mitokondria dari donor dengan pasien.
Klaus Reinhardt (Animal Evolutionary Ecology, University of Tuebingen, 72076 Tuebingen, Germany; Department of Animal and Plant Sciences, University of Sheffield, Sheffield S10 2TN, UK) et.al. Mitochondrial Replacement, Evolution, and the Clinic. Science, 20 September 2013: Vol.341 no.6152 pp.1345-1346, DOI:10.1126/science.1237146
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment