Wednesday, September 4, 2013

Katak Kecil Mendengar Pakai Mulut

Laporan Penelitian - Katak kecil mendengar dengan mulut. Katak terkecil di Bumi tidak memiliki telinga tengah atau gendang telinga, tetapi mendengar menggunakan mulut mereka.

Katak Gardiner (Sechellophryne gardineri) hidup di hutan hujan Seychelles, rangkaian 115 pulau kecil di Samudra Hindia, sebelah utara Madagaskar. Kebanyakan katak memiliki gendang telinga di sisi luar kepala yang bergetar saat dipukul gelombang suara lalu mengirimkan getaran ke telinga bagian dalam dan otak.

Tapi tidak bagi Sechellophryne gardineri kecil yang memiliki panjang tubuh 1 sentimeter. Para peneliti berpikir katak ini mungkin tuli, sampai mereka menguji dengan rekaman suara katak lainnya. Katak jantan seolah-olah dalam percakapan. Mereka bisa mendengar.

Pencitraan sinar-x melihat paru-paru atau otot-otot membantu mengirimkan suara ke core telinga. Para ilmuwan menyadari mulut katak bertindak sebagai penguat pancaran frekuensi suara. Sistem ini didorong oleh jaringan tipis antara mulut dan telinga bagian dalam.

"Kombinasi rongga mulut dan konduksi tulang memungkinkan Gardiner merasakan suara efektif tanpa telinga tengah," kata Renaud Boistel, neurosaintis University of Poitiers di Perancis.

Temuan menambah beberapa makhluk termasuk katak dan kura-kura yang mengembangkan kemampuan tersendiri untuk mendengar. Kehadiran telinga tengah bukanlah kondisi yang diperlukan untuk sidang terestrial, meskipun solusi yang paling fleksibel untuk hidup di darat.




Profile Peneliti : Renaud Boistel

How minute sooglossid frogs hear without a middle ear

Renaud Boistel1,2,3 et.al.
  1. Centre de Neurosciences Paris-Sud (CNPS), Centre National de la Recherche Scientifique (CNRS) Unité Mixte de Recherche (UMR) 8195, Université Paris XI, 91405 Orsay, France
  2. Université Paris Sud, 91405 Orsay, France
  3. Institut International de Paléoprimatologie et de Paléontologie Humaine (IPHEP), CNRS UMR 7262, Université de Poitiers, F-86022 Poitiers, France
Proceedings of the National Academy of Sciences, September 3, 2013

Akses : DOI:10.1073/pnas.1302218110

Gambar: Justin Gerlach
Audio: Renaud Boistel et.al., DOI:10.1073/pnas.1302218110
YouTube: http://www.youtube.com/PenelitianTV
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment