Thursday, September 5, 2013

Evolusi Konvergen Echolocating

Laporan Penelitian - Kelelawar dan lumba mengevolusi echolocation dengan cara yang sama. Kelelawar dan lumba-lumba tidak memiliki banyak kesamaan, tetapi berbagi adidaya.

Alam penuh contoh evolusi konvergen dimana organisme tampak sama atau memiliki kemampuan dan sifat-sifat sama. Burung, kelelawar dan serangga memiliki sayap. Ilmuwan berasumsi hal baru terbentuk pada tingkat genetik dengan cara berbeda secara fundamental.

Namun beberapa bukti menunjukkan echolocating kelelawar dan lumba-lumba memiliki mutasi pada protein sama disebut prestin yang mempengaruhi sensitivitas pendengaran. Peneliti lainnya menemukan beberapa sifat pada protein juga terjadi pada mamalia lain.

Sekarang sebuah tim memperluas pencarian konvergensi molekuler pada seluruh genom. Stephen Rossiter dan Joe Parker di Queen Mary College, University of London, menarik dataset besar untuk mencari evolusi konvergen 2.326 gen secara bersama pada 22 mamalia termasuk 6 kelelawar dan lumba-lumba botol.

Kelelwar dan lumba-lumba berburu mangsanya dengan memancarkan suara bernada tinggi dan mendengarkan gema. Rossiter dan rekan menunjukkan kemampuan yang muncul secara independen pada setiap kelompok mamalia tapi memiliki tahapan mutasi genetik yang sama.

Sebuah tanda tangan konvergensi di hampir 200 wilayah genom. Gen yang terlibat dalam pendengaran lebih mungkin berevolusi sama di seluruh spesies yang terlibat dalam sifat biologis lainnya. Beberapa gen yang terlibat dalam penglihatan juga membawa sinyal terkuat konvergensi.

"Kejutan terbesar. Evolusi molekuler konvergen tampaknya meluas dalam genom" kata Frédéric Delsuc, filogenetikawan Montpellier University di Perancis.

Evolusi kadang-kadang tiba dengan sifat-sifat baru melalui urutan langkah-langkah yang sama, bahkan pada hewan yang sangat berbeda. Penelitian ini juga menunjukkan evolusi konvergen adalah hal umum dalam genom.
Genome-wide signatures of convergent evolution in echolocating mammals

Joe Parker1 et.al.
  1. School of Biological and Chemical Sciences, Queen Mary, University of London, London E1 4NS, UK
Nature, 04 September 2013

Akses : DOI:10.1038/nature12511
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment