Langsung ke konten utama

Estimasi Virus Tersembunyi

Laporan Penelitian - Ebola, HIV, influenza ataupun MERS. Banyak virus hewan menyebabkan penyakit yang menghancurkan tubuh manusia. Sebuah tim menilai ancaman viral.

Wabah SARS tahun 2003 menelan kerugian ekonomi US$15 hingga US$50 miliar. Tapi alam memiliki banyak stok. Para peneliti Amerika Serikat memperkirakan lebih dari 320.000 virus bersembunyi di mamalia dan siap jadi pandemi berikutnya jika melompat ke manusia.

Para ilmuwan memperkirakan dua pertiga penyakit menular berasal dari hewan liar seperti burung, kelelawar, primata dan pengerat. Kelelawar khususnya jadi sorotan karena menjadi reservoir banyak virus mematikan seperti Ebola, sindrom pernafasan akut parah (SARS) dan Nipah.

Untuk memperkirakan berapa banyak virus mungkin bersembunyi di dalam mamalia liar, tim Columbia University dan Ecohealth Alliance, sebuah organisasi konservasi di New York City, menyelidiki kelelawar di Bangladesh dari tahun 2006 hingga 2010.

Mereka menangkap ratusan kelelawar besar seperti Pteropus giganteus untuk mengumpulan sampel urin dan sampel. Tim kemudian memancing keluar semua urutan keluarga virus termasuk coronavirus, herpes dan influenza A. Setiap keluarga dipilih karena sudah dikenal sebagai patogen manusia.

"Laporan ini memberi gambaran sebenarnya di luar sana," kata Nathan Wolfe, Virulog, pendiri dan CEO Metabiota, sebuah perusahaan yang sering kontrak pemerintah dan lembaga kesehatan untuk melacak wabah penyakit.

Mereka menemukan total 55 virus, 50 darinya belum pernah terlihat sebelumnya termasuk 10 dalam keluarga yang sama seperti virus Nipah yang telah menyebabkan banyak wabah di Asia Selatan sejak muncul ke permukaan tahun 1999.

Tim beralih ke metode statistik untuk memperkirakan jumlah hewan yang diabaikan sampling. Pada kelelawar, 3 virus mungkin telah terjawab. Jika 5486 spesies mamalia lain masing-masing membawa jumlah virus sama berarti ada sekitar 320.000 virus tersembunyi.

"Ini jauh lebih sedikit dari apa yang saya perkirakan. Untuk menemukan semua virus menjadi tugas besar, tetapi kita mungkin dapat melacak dalam 20 tahun ke depan," kata Peter Daszak dari EcoHealth Alliance.
A Strategy To Estimate Unknown Viral Diversity in Mammals

Simon J. Anthony1,2 et.al.
  1. Center for Infection and Immunity, Mailman School of Public Health, Columbia University, New York, New York, USA
  2. EcoHealth Alliance, New York, New York, USA
mBio, 3 September 2013

Akses : DOI:10.1128/mBio.00598-13

Gambar: Fritz Geller-Grimm/En wikipedia

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…