Wednesday, September 11, 2013

Dinamika Dramatik Mammoth

Laporan Penelitian - Pin poin baru iklim dalam drama kematian mammoth. Investigasi besar-besaran menambah bukti berakhirnya regim mammoth karena perubahan iklim.

Tim Inggris dan Swedia sequencing DNA dari 88 sampel tulang, gigi dan taring untuk mencari tanda tangan kode genetik yang diturunkan dari garis ibu kemudian membangun pohon keluarga mammoth mencakup 200.000 tahun di seluruh Eurasia utara dan Amerika utara.

Dua periode perombakan besar populasi terjadi selama interglacials atau periode di antara zaman es. Sebuah periode hangat 120.000 tahun lalu menyebabkan populasi menurun dan terfragmentasi sehingga memunculkan raksasa tipe berbeda yang hidup di Eropa Barat.

Dingin kemudian kembali untuk periode yang berlangsung sekitar 100.000 tahun disebut Pleistosen Akhir atau zaman es terakhir hingga hari ini. Dingin merombak lanskep secara radikal ke dalam padang rumput kering dan tundra. Mammoth adalah raja-raja di Bumi utara.

Mereka memerintah Eropa Barat ke hingga Amerika Utara yang dicapai dari Eurasia melalui jembatan es melintasi Selat Bering. Kemudian suhu secara bertahap meningkat sekali lagi, populasi bergeser lagi dan mammoth lagi-lagi terbatas pada kantong habitat kecil.

Perubahan iklim selanjutnya menjadi bab terakhir misteri raksasa. Para ilmuwan telah sama mengusulkan hipotesis perubahan iklim mendorong raksasa ke tepi jurang kepunahan dan perburuan oleh manusia memberikan pukulan pamungkas. Tetapi argumen ini cacat.

"Mantra iklim hangat membuat raksasa lebih rentan terhadap kepunahan," kata Love Dalen, genetikawan Swedish Museum of Natural History.

Tapi untuk memahami mengapa seluruh spesies punah, penyelidikan lebih lanjut diperlukan di tempat terakhir di mana mammoth selamat. Dua lokasi yang baik adalah St Paul, sebuah pulau di lepas pantai Alaska, dan Wrangel, sebuah pulau di Siberia Arktik.

Hingga hari ini dikenal tiga spesies yaitu Mammuthus primigenius, Mammuthus subplanifrons dan Mammuthus trogontherii. Pulau St Paul dan Wrangel diyakini perlindungan terakhir mammoth. Populasi ini bertahan hingga 6.000 tahun lalu atau lebih lama sekitar 5.000 tahun kemudian daripada populasi raksasa berbulu lain di daratan.
Holarctic genetic structure and range dynamics in the woolly mammoth

Eleftheria Palkopoulou1,2 et.al.
  1. Department of Bioinformatics and Genetics, Swedish Museum of Natural History, 10405 Stockholm, Sweden
  2. Department of Zoology, Stockholm University, Stockholm 10691, Sweden
Proceedings of the Royal Society B, 11 September 2013

Akses : DOI:10.1098/rspb.2013.1910
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment