Saturday, September 21, 2013

Curiosity Gagal Temukan Metana

Laporan Penelitian - Mars rover gagal menemukan metana terhadap keberadaan kehidupan di Planet Merah. Rover NASA Mars Curiosity datang dengan tangan kosong untuk metana di atmosfer Mars.

Metana di Mars menjadi uang muka adanya kehidupan di masa lalu. Selama 8 bulan pengumpulan data, rover mendeteksi konsentrasi metana rata-rata 0,18 bagian per miliar. Para peneliti mengatakan margin error menjadi dasar tidak adanya metana di atmosfer Mars.

"Ini mengecewakan, metana adalah tanda potensi aktivitas biologis," kata Christopher Webster, planetolog NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

Sekitar 90 persen metana di atmosfer Bumi berasal dari makhluk hidup seperti mikroba atau sisa-sisa kehidupan masa lalu di mana konsentrasi gas sekitar 1.800 ppb. Meskipun meredam harapan, mikroba yang tidak menghasilkan metana mungkin masih tinggal di sana atau kehidupan ada di planet ini di masa lalu.

Para ilmuwan sebelumnya mengidentifikasi metana di Mars menggunakan teleskop berbasis Bumi dan wahana pengorbit Planet Merah.

Tahun 2003, peneliti mendeteksi konsentrasi 45 ppb. Sejak itu eksperimen melaporkan tingkat yang jauh lebih rendah kurang dari 10 ppb.

Aktivitas geologis atau mikroba bawah permukaan beku Mars bisa menghasilkan metana, tapi gas yang secara berkala dirilis kemudian cepat bersih dari atmosfer. Data Curiosity tidak menghalangi skenario tersebut. Jika ejeksi metana periodik dan singkat, Curiosity mungkin masih bisa mendeteksi.

Selanjutnya, Curiosity akan mencari gas lebih halus. Rover bisa mengendus hingga 50 atau 100 bagian per triliun. Meteorit atau komet yang mengandung molekul organik adalah sumber kemungkinan gas. Pada tahun 2016, ESA meluncurkan ExoMars Trace Gas Orbiter yang diharap bisa menindaklanjuti.
Situs Resmi : Mars Science Laboratory

Profile Peneliti : Christopher Webster

Christopher R. Webster (Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91109, USA) et.al. Low Upper Limit to Methane Abundance on Mars. Science, September 19 2013, DOI:10.1126/science.1242902
Gambar: NASA/JPL-Caltech
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment