Langsung ke konten utama

Curiosity Gagal Temukan Metana

Laporan Penelitian - Mars rover gagal menemukan metana terhadap keberadaan kehidupan di Planet Merah. Rover NASA Mars Curiosity datang dengan tangan kosong untuk metana di atmosfer Mars.

Metana di Mars menjadi uang muka adanya kehidupan di masa lalu. Selama 8 bulan pengumpulan data, rover mendeteksi konsentrasi metana rata-rata 0,18 bagian per miliar. Para peneliti mengatakan margin error menjadi dasar tidak adanya metana di atmosfer Mars.

"Ini mengecewakan, metana adalah tanda potensi aktivitas biologis," kata Christopher Webster, planetolog NASA Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

Sekitar 90 persen metana di atmosfer Bumi berasal dari makhluk hidup seperti mikroba atau sisa-sisa kehidupan masa lalu di mana konsentrasi gas sekitar 1.800 ppb. Meskipun meredam harapan, mikroba yang tidak menghasilkan metana mungkin masih tinggal di sana atau kehidupan ada di planet ini di masa lalu.

Para ilmuwan sebelumnya mengidentifikasi metana di Mars menggunakan teleskop berbasis Bumi dan wahana pengorbit Planet Merah.

Tahun 2003, peneliti mendeteksi konsentrasi 45 ppb. Sejak itu eksperimen melaporkan tingkat yang jauh lebih rendah kurang dari 10 ppb.

Aktivitas geologis atau mikroba bawah permukaan beku Mars bisa menghasilkan metana, tapi gas yang secara berkala dirilis kemudian cepat bersih dari atmosfer. Data Curiosity tidak menghalangi skenario tersebut. Jika ejeksi metana periodik dan singkat, Curiosity mungkin masih bisa mendeteksi.

Selanjutnya, Curiosity akan mencari gas lebih halus. Rover bisa mengendus hingga 50 atau 100 bagian per triliun. Meteorit atau komet yang mengandung molekul organik adalah sumber kemungkinan gas. Pada tahun 2016, ESA meluncurkan ExoMars Trace Gas Orbiter yang diharap bisa menindaklanjuti.
Situs Resmi : Mars Science Laboratory

Profile Peneliti : Christopher Webster

Christopher R. Webster (Jet Propulsion Laboratory, California Institute of Technology, Pasadena, CA 91109, USA) et.al. Low Upper Limit to Methane Abundance on Mars. Science, September 19 2013, DOI:10.1126/science.1242902
Gambar: NASA/JPL-Caltech

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…