Thursday, August 15, 2013

Virus Kuno Kanker Manusia

Laporan Penelitian - Sisa-sisa virus kuno yang mengendap di genom manusia berpartisipasi dalam kanker, segmen non-coding genom dikenal sebagai vlincRNAs yang dipicu virus kuno.

Virus-virus kuno diabadikan dalam genom manusia yang berperan secara evolusioner dalam perkembangan manusia. Membuka tabir penyakit memberi perbatasan baru dan implikasi penting bagi medis. Peneliti juga melaporkan penghapusan vlincRNAs ini menyebabkan kematian sel-sel kanker.

"Penelitian masa depan terkait peran dan fungsi vlincRNAs menjanjikan diagnostik bertarget dan terapi kanker lebih tepat," kata Philipp Kapranov, biolog St. Laurent Institute di Cambridge.

Sampai dengan 98 persen materi genom manusia merupakan sampah DNA non-coding dan selama bertahun-tahun hanya sedikit ilmuwan yang tertarik menelitinya karena meragukan perannya dalam kesehatan manusia dan penyakit.

Kapranov dan rekan mengidentifikasi segmen non-coding DNA yang digunakan sel untuk membuat RNA seperti vlincRNA, rantai jaringan RNA yang sangat spesifik dengan panjang luar biasa, banyak yang hanya ditemukan dalam sel-sel embrio atau kanker.

VlincRNAs ditemukan dalam dua jenis sel cenderung diungkap berdasar sinyal genetik virus purba yang menjajah genom leluhur manusia jutaan tahun lalu dan secara bertahap menjadi jinak seiring waktu evolusi. Jumlah vlincRNAs sekuen virus berkorelasi dengan perkembangan embrio dan kanker ganas.

"St Laurent Institute mengadaptasi teknologi sequensing molekul tunggal untuk analisis transkriptome global. Kita sekarang memiliki pemahaman lebih besar regulasi transkriptom dengan potensi terapi dan diagnostik lebih baik," kata Georges St Laurent, biolog St. Laurent Institute di Cambridge.
VlincRNAs controlled by retroviral elements are a hallmark of pluripotency and cancer

Georges St Laurent III1,2 et.al.
  1. St. Laurent Institute, One Kendall Square, Cambridge, MA.
  2. Department of Molecular Biology, Cell Biology, and Biochemistry, Brown University, Providence, RI
Genome Biology, 22 July 2013

Akses : DOI:10.1186/gb-2013-14-7-r73
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment