Thursday, August 29, 2013

Selubung Es Rigid Bulan Titan

Laporan Penelitian - Titan menjadi lebih misterius. Es tebal dan rigid melukai bulan terbesar Saturnus. Dunia yang diselubungi kabut begitu pandai menyembunyikan rahasia.

Cangkang keras mengelilingi pusat lunak Titan. Bulan terbesar Saturnus, Titan, ditutupi selubung es kaku, jauh lebih kaku dibanding pengukuran sebelumnya. Lapaoran baru memunculkan pertanyaan baru tentang struktur internal dan komposis bulan raksasa.

Titan diselimuti metana tebal dan atmosfer etana. Para ilmuwan percaya mirip dengan Bumi awal. Permukaan bercampur dengan sungai, danau dan laut. Namun suhu beku Titan berarti mengandung hidrokarbon, bukan cair yang hanya ada di sana sebagai es batu.

"Titan teka-teki sulit dijelaskan, sekarang kita datang dan hanya membuatnya lebih buruk," kata Doug Hemingway, geoplanetolog University of California Santa Cruz.

Hemingway dan rekan menemukan tak terduga ketika membandingkan data topografi dan gravitasi yang dikumpulkan wahana NASA Cassini. Probe telah menjelajahi dunia bercincin Saturnus dan banyak bulan sejak tahun 2004, terbang melewati Titan lebih dari 80 kali.

Cassini juga mengukur inersia Titan, jumlah energi yang dibutuhkan untuk menghentikan rotasi sekitar 50 persen lebih tinggi. Ini hanya dapat dijelaskan jika Titan lebih padat di dekat permukaan dibanding core yang menunjukkan sub laut di bawah cangkang es setebal 200 kilometer.

Mereka berharap perbukitan Titan, di mana kerak tebal, memiliki gravitasi sedikit lebih tinggi dibandingkan elevasi rendah terkait massa ekstra.

Tapi Hemingway terkejut menemukan hubungan sebaliknya, gravitasi negatif. Daerah tertinggi memiliki gravitasi terendah.

"Ini sangat aneh. Kami pikir data salah, tapi kita tidak mampu mengusir masalah. Jika Anda memiliki permukaan datar, Anda berharap tidak ada perubahan sinyal gravitasi, semua mendatar," kata Hemingway.

"Jika Anda meletakkan gunung, massa ekstra memberikan tarikan gravitasi ekstra, tapi apa yang kita lihat di Titan sebaliknya, pembacaan gravitasi negatif, " kata Hemingway.

"Jika selubung es benar-benar kuat dan padat, maka lebih mampu menahan daya apung yang mendorong dari es bawah. Dan jika Anda juga memiliki erosi di permukaan maka selanjutnya mengurangi tanda tangan gravitasi," kata Hemingway.
D. Hemingway (Department of Earth and Planetary Sciences, University of California Santa Cruz, 1156 High Street, Santa Cruz, California 95064, USA) et.al. A rigid and weathered ice shell on Titan. Nature, 28 August 2013, DOI:10.1038/nature12400
Gambar: NASA/JPL-Caltech/Space Science Institute
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment