Wednesday, August 21, 2013

Paragenital dan Mimikri Seksual

Laporan Penelitian - Bug Tahitian menghindari seks yang tidak diinginkan, adaptasi evolusioner untuk mencegah perkawinan silang traumatis antar spesies.

Ketika seks tidak aman maka harus ada cara untuk menangkal daya tarik yang tidak diinginkan. Tapi perempuan dari 2 spesies terkait di pulau Tahiti telah menemukan trik dengan memindahkan alat kelamin ke sisi berbeda dan melakukan penyesuaian anatomi lainnya.

Coridromius tahitiensis dan Coridromius taravao hidup berdampingan di pulau Pasifik Tahiti dan memakan tanaman sama. Kedua spesies mengikuti praktek inseminasi traumatis. Dengan organ genital seperti jarum suntik, pria menusuk perempuan dari samping dan sperma ke perut.

Ritual sejumlah invertebrata lain termasuk Kutu busuk (Cimex lectularius) dapat menyebabkan cedera atau infeksi. Tapi serangga menggunakan reproduksi tidak naif kepada mitra seks. Laki-laki dari satu spesies mungkin mencoba kawin dengan perempuan lain bahkan spesies lain.

Kawin antar spesies memakan biaya terlalu mahal untuk kedua spesies dengan membuang waktu, energi dan sperma. C. tahitiensis perempuan umumnya dihasut laki-laki untuk melakukan kawin tanpa melibatkan kesepakatan bersama.

Organ kelamin C. tahitiensis betina di sisi kanan perut yang tampaknya telah berevolusi untuk memfasilitasi proses. Tetapi mereka memiliki struktur anatomi yang dapat memfasilitasi inseminasi di sisi kiri, serta struktural yang mencegah upaya inseminasi di sebelah kanan.

Selain itu pria maupun wanita C. taravao mengembangkan cara untuk menyamar sebagai laki-laki C. tahitiensis. Ini penyamaran untuk mengurangi kemungkinan C. tahitiensis laki-laki datang untuk melamar kawin.

Kasus pertama mimikri interaksional yang didokumentasikan. Perkawinan antara 2 spesies tidak menghasilkan keturunan layak dan mimikri antar spesies serta pembedaan organ alat kelamin tidak akan terjadi jika kedua spesies jika tidak tinggal di lanskep berdekatan.

"Apa yang kita benar-benar perlu lakukan sekarang adalah kembali ke Tahiti untuk menguji hipotesis," kata Nikolai Tatarnic, kurator Western Australian Museum.




Nikolai J. Tatarnic (Evolution and Ecology Research Centre, School of Biological, Earth and Environmental Sciences, University of New South Wales, Sydney, New South Wales, Australia; Behavioural Ecology Research Group, Department of Biological Sciences, Macquarie University, Sydney, New South Wales, Australia) et.al. Surviving in Sympatry: Paragenital Divergence and Sexual Mimicry between a Pair of Traumatically Inseminating Plant Bugs. The American Naturalist, August 1, 2013, DOI:10.1086/671931
Gambar dan Video: Nikolai J. Tatarnic et.al., DOI:10.1086/671931
YouTube: PenelitianTV http://www.youtube.com/user/PenelitianTV
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment