Friday, August 23, 2013

Marker Otentikasi Kopi Luwak

Laporan Penelitian - Orang-orang yang menikmati kopi termahal di dunia dapat segera menyeruput tanpa khawatir. Metode baru mengecek keaslian kopi luwak.

Udi Jumhawan, bioteknolog Osaka University, dan rekan dari Institut Teknologi Bandung mengembangkan metode ilmiah pertama untuk memverifikasi keaslian eksotis Kopi Luwak, kelas kopi termahal di pasaran dunia.

"Kopi Luwak atau civet coffee termahal di dunia, orang membayar US$150 hingga US$200 per pon," kata Eiichiro Fukusaki, bioteknolog Osaka University.

Musang Sawit Asia (Paradoxurus hermaphroditus), mamalia seukuran kucing asli Asia Tenggara dan China Selatan, rutin makan buah kopi, mencerna selubung buah lunak dan meludahkan bijinya. Pekerja mengambil biji kopi, mencuci, fermentasi dan memanggang.

Harga Kopi Luwak menjadi target menggoda untuk penipuan dengan bahan kopi biasa yang dijual sebagai kelas Kopi Luwak atau Kopi Luwak asli yang dicampur dengan kopi murah. Para ilmuwan memutuskan untuk mencari cara dalam mengidentifikasi keaslian.

Jumhawan mengidentifikasi sidik jari kimia unik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi Kopi Luwak otentik dan membedakan Kopi Luwak murni dari Kopi Luwak yang dioplos dengan kopi yang lebih murah atau kopi biasa.

"Asam sitrat, asam malat dan rasio asam inositol atau pyroglutamic dipilih untuk verifikasi lebih lanjut dengan mengevaluasi kemampuan membedakan berbagai produk kopi komersial," kata Fukusaki.

"Marker aplikasi potensial diferensiasi konten asli, palsu, biasa dan oplosan. Ini laporan pertama untuk mengatasi seleksi dan sukses validasi penanda diskriminan otentikasi Kopi Luwak," kata Fukusaki.

Satu Teknik yang cukup sensitif untuk memberikan kepada Anda sebuah kepastian ketika menyeruput kopi hitam sampai kandas ke lumpur hangat seharga US$15 per cangkir di pasaran Amerika Serikat.
Udi Jumhawan (Department of Biotechnology, Graduate School of Engineering, Osaka University, Osaka, Japan) et.al. Selection of Discriminant Markers for Authentication of Asian Palm Civet Coffee (Kopi Luwak): A Metabolomics Approach. Journal of Agricultural and Food Chemistry, July 27, 2013, DOI:10.1021/jf401819s
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment