Langsung ke konten utama

Lompatan Calindoea trifascialis

Laporan Penelitian - Lompatan kepompong menyelamatkan nyawa ulat. Dunia kepompong mungkin kecil, tapi tidak menghentikan hasrat mereka untuk melakukan perjalanan.

Di hutan Vietnam, ulat Calindoea trifascialis mempersiapkan diri untuk transformasi dengan memanjat pohon, membungkus diri dalam sehelai daun dan menyegel dari dalam. Ketika tumbuh jadi bentuk dewasanya, larva jatuh ke lantai hutan.

Perjalanannya tidak berakhir. Setelah di tanah, tubuh ulat sedemikian rupa dalam gulungan daun mulai melompat-lompat. Panjang bundelan hampir 1cm melompat-lompat hingga selama 3 hari untuk menjauh dari cahaya.

Meskipun pupa melakukan menjalankan berisiko menarik predator di lantai hutan, mereka melompat agar terhindar dari proses pengeringan sinar Matahari yang mengancam ulat ketika menunggu untuk dilahirkan kembali sebagai ngengat.








Kim Humphreys and D. Christopher Darling (Department of Natural History, Royal Ontario Museum, 100 Queen's Park, University of Toronto, Toronto, ON, Canada M5S 2C6; Department of Ecology and Evolutionary Biology, University of Toronto, Toronto, ON, Canada M5S 2C6). Not looking where you are leaping: a novel method of oriented travel in the caterpillar Calindoea trifascialis (Moore) (Lepidoptera: Thyrididae). Biology Letters, 21 August 2013, DOI:10.1098/rsbl.2013.0397
Gambar dan Video: The Royal Society

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…