Wednesday, August 14, 2013

Evolusi Mata 500 Juta Tahun

Laporan Penelitian - Mata adalah salah satu organ yang paling luar biasa dan berharga, namun asal-usulnya telah diselimuti misteri hingga hari ini.

"Ada pertanyaan-pertanyaan mendalam tentang mata yang tidak mudah dijawab karena muncul begitu sangat lama. Mengapa mata berkembang? Mengapa ada banyak jenis mata termasuk serangga, krustasea dan vertebrata," kata Trevor Lamb, neurosaontis Australian National University.

Asal-usul penglihatan setidaknya 700 juta tahun lalu ketika Bumi hanya dihuni amuba bersel tunggal, ganggang, karang dan bakteri. Pada saat itu materi kimia peka cahaya disebut opsins merupakan cara sederhana oleh beberapa organisme untuk merasakan siang dan malam.

Selama 200 juta tahun berikutnya sel-sel peka cahaya yang sederhana dan opsins perlahan-lahan semakin menjadi lebih baik dalam mendeteksi cahaya sampai periode Kambrium sekitar 500 juta tahun lalu mereka sudah mirip sel-sel kerucut mata manusia pada hari ini.

"Ada Anomalocaris, predator seperti kalajengking dengan panjang 1 meter yang memiliki mata ukuran kelereng untuk menavigasi dan memburu mangsa di laut kuno. Hewan ini memiliki model mata dengan banyak sisi, lebih dari 16.000 aspek sel visi pada setiap mata," kata Lamb.

"Ini menghasilkan avalanche yang dikenal sebagai aliran optik berjalan dari mata dan di sepanjang sistem saraf sehingga kita juga melihat perkembangan pesat sistem saraf pusat untuk mengolah jumlah besar data dari mata dan organ sensorik lainnya," kata Lamb.

"Dari sini kita dapat mengatakan model mata vertebrata setidaknya sekitar 500 juta tahun dan meskipun sensor dan sistem sinyal sangat mirip dengan serangga dan invertebrata lainnya, sistem optik berkembang cukup independen dengan banyak sisi," kata Lamb.
Trevor D. Lamb (Department of Neuroscience, and ARC Centre of Excellence in Vision Science, John Curtin School of Medical Research, Australian National University, Canberra, ACT 2600, Australia). Evolution of phototransduction, vertebrate photoreceptors and retina. Progress in Retinal and Eye Research, 18 June 2013, DOI:10.1016/j.preteyeres.2013.06.001
Gambar: Trevor D. Lamb, Progress in Retinal and Eye Research, DOI:10.1016/j.preteyeres.2013.06.001
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment