Wednesday, August 21, 2013

Biomarker Prediktor Bunuh Diri

Laporan penelitian - Orang bunuh diri memiliki kadar gen tertentu, sebuah substansi kadar tinggi dalam darah memungkinkan tes diagnostik sederhana risiko bunuh diri.

Saat ini dokter mengandalkan gejala yang dilaporkan sendiri, tetapi orang berniat bunuh diri tidak selalu butuh mendiskusikan niatnya kepada orang lain. Sekarang sebuah tes darah dengan jelas dapat menunjukkan kepada dokter secara langsung.

"Ada kebutuhan untuk mengetahui penanda. Kita perlu mengembangkan penelitian dengan cepat," kata Alexander Niculescu, psikiater Indiana University di Indianapolis.

Luar biasa, tapi untuk penelitian ukuran kecil harus ditafsirkan hati-hati. Temuan datang pada sampel laki-laki dengan gangguan bipolar. Subyek mengunjungi klinik setiap 3 sampai 6 bulan di mana menjalani tes psikologis dan memberikan sampel darah.

Selama studi, 9 pria menunjukkan tanda-tanda perubahan dramatis. Beberapa molekul dalam darah berubah seiring pergeseran kecenderungan bunuh diri. Paling menonjol adalah molekul ekspresi gen SAT1 yang terlibat dalam kematian sel.

Aktivitas tinggi SAT1 dilacak seiring pikiran dan perasaan bunuh diri. Untuk mengkonfirmasi SAT1 benar-benar dapat melacak bunuh diri pada populiasi lebih umum, tim memperoleh sampel darah dari Badan Koroner. SAT1 ditemukan tinggi dalam darah 9 orang yang sudah bunuh diri.

"Mengejutkan kami, hasilnya sangat kuat," kata Niculescu.

SAT1 tinggi juga terkait pada pasien rawat inap bunuh diri. Pada 49 subjek bipolar yang berbeda, orang dengan tingkat SAT1 lebih tinggi lebih mungkin bunuh diri, meskipun tim peneliti tidak tahu mengapa berkorelasi dengan risiko bunuh diri pada populasi ini.

Namun peneliti lain skeptis. Studi dilakukan pada sejumlah populasi yang masih tergolong sedikit dan semuanya terpapar obat. Terlebih lagi algoritma yang digunakan untuk mengidentifikasi penanda SAT1 agak subyektif.

"Ini wilayah sangat menarik dan pertanyaan sangat penting, tapi ada banyak masalah teknis dengan studi ini. Tidak banyak yang bisa kita ambil dari tahap ini," kata Carl Ernst, neurosaintis McGill University di Montreal.

Tidak jelas apakah pria dengan gangguan bipolar adalah proxy stabil orang-orang bunuh diri secara umumnya. Tingkat SAT1 mungkin tidak ada hubungannya dengan bunuh diri pada wanita atau pada orang dengan gangguan depresi mayor, misalnya.
Profile Peneliti : Alexander Niculescu
Discovery and validation of blood biomarkers for suicidality

H Le-Niculescu1,2 et.al.
  1. Department of Psychiatry, Indiana University School of Medicine, Indianapolis, IN, USA
  2. Indianapolis VA Medical Center, Indianapolis, IN, USA
Molecular Psychiatry, 20 August 2013

Akses : DOI:10.1038/mp.2013.95
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment