Skip to main content

Posts

MRSA Sudah Resisten Sebelum Penggunaan Methicillin

Recent posts

Manusia Pertama Tiba di Australia 65.000 Tahun Lalu

Tinuku ~ Manusia pertama kali menetap di Australia sejak 65.000 tahun lalu. Perkakas, cat dan artefak lainnya yang digali dari tempat pemukiman batu kuno di Australia utara memberi kilasan baru kehidupan awal. Manusia pertama mungkin tiba di benua itu 65.000 tahun lalu atau 5.000 tahun lebih awal dari teori dan mereka membawa peralatan canggih.


Para arkeolog menemukan tiga lapisan artifak yang berbeda di situs Madjedbebe sebagai tempat tinggal manusia tertua di Australia. Penggalian pada tahun 2012 hingga 2015 meliputi lapisan tertua dan terdalam berisi lebih dari 10.000 fragmen hasil karya manusia.

Remah-remah termasuk kepala kapak tertua di dunia yang dihias, alat pembuat penggilingan dan penggilingan biji tertua di Australia. Plot-plot batu mungkin ujung tombak, perapian dan sisa-sisa aktivitas manusia lainnya. Para ilmuwan melaporkan kesimpulan ke Nature.

Perkiraan sebelumnya tentang tempat tinggal manusia paling awal di Australia antara 47.000 hingga 60.000 tahun lalu berdasarkan…

Hanya 10-25 Persen Genom Manusia yang Fungsional

Laporan Penelitian ~ Hanya 10-25 persen genom manusia yang fungsional. Dan Graur, biolog University of Houston, mengirim makalah ke Genome Biology and Evolution yang menyimpulkan perkiraan baru bagian fungsional di dalam genom manusia mungkin hanya sekitar 10 persen sampai 15 persen dengan batas atas 25 persen.


Data baru oleh Graur pada kisaran 10-25% sangat berbeda dari perkiraan yang dilakukan oleh proyek Encyclopedia of DNA Elements (ENCODE) tahun 2012 dengan kisaran 80%, tapi lebih optimis dari perkiraan oleh Rands et al tahun 2014 dengan 8,2%.

Graur mengambil pendekatan sederhana untuk menentukan berapa banyak bagian-bagian pada genom itu fungsional menggunakan tingkat mutasi yang merusak yaitu tingkat di mana mutasi berbahaya terjadi dan tingkat kemampuan pengganti.

Kedua ukuran genom dan laju mutasi yang merugikan pada bagian fungsional genom sebelumnya telah ditentukan dan data historis dokumentasi tingkat populasi manusia. Graur mengembangkan sebuah model untuk menghitung pen…

Peneliti ETH Zurich Mencetak 3D Jantung Silikon Lembut

Laporan Penelitian ~ ETH Zurich membangun jantung buatan berbahan lembut dan berdetak menggunakan cetak 3D. Para peneliti mencetak 3D jantung silikon lembut dan berdetak seperti organ sejati. Tim bereksperimen untuk menguji potensi cara-cara lebih aman dan nyaman untuk memompa darah di dalam tubuh manusia.


Para peneliti ETH Zurich dari Functional Materials Laboratory dan Product Development Group Zurich mengembangkan jantung silikon yang berdetak mirip jantung manusia. Organ buatan terlihat seperti jantung yang nyata dan menirukan model alami semaksimal mungkin.

"Tujuan kami adalah mengembangkan jantung buatan yang berukuran kira-kira sama dengan ukuran pasien dan meniru jantung manusia semaksimal mungkin dalam bentuk dan fungsi," kata Nicholas Cohrs.

Hari ini lebih dari 26 juta orang di seluruh dunia menderita gagal jantung, sementara jantung donor tidak mampu memenuhi permintaan. Pompa darah buatan ini membantu mengisi waktu tunggu sampai pasien menerima jantung donor atau…

Denisovans Bermukim di Asia Setidaknya 100.000 Tahun Lalu

Laporan Peneliitan ~ Gigi fosil mendorong kembali catatan keluarga Neandertal yang misterius. Denisovans tinggal di Asia setidaknya 100.000 tahun lalu, analisis DNA yang diambil dari gigi fosil anak menunjukkan akar Asia kuno dari kerabat Homo neanderthalensis yang telah punah. Wanita Denisovan berumur 10-12 tahun hidup paling tidak 100.000 tahun lalu.


Viviane Slon, genetikawan dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology di Leipzig, dan tim menyimpulkan gigi setidaknya 20.000 tahun lebih tua dari fosil tertua Denisovan yang ditemukan. Fragmen jari dan dua gigi yang digali di Gua Denisova Siberai dilaporkan ke Science Advances.

Tim mengekstrak DNA mitokondria yang hampir sempurna dari gigi anak-anak itu. DNA mitokondria biasanya berpindah dari ibu ke anak. Para peneliti juga memperoleh sejumlah kecil DNA nuklir yang diwarisi dari kedua orang tua.

Tim juga membandingkan DNA anak purba ini dengan tiga Denisovans lainnya, 10 Neandertal, lima manusia purba, lima manusia zaman s…

Bintang Melesat 1000 km/detik dari Large Magellanic Cloud

Laporan Penelitian ~ Sebuah bintang hypervelocity di galaksi Bima Sakti yang bergerak 1.000 kilometer per detik mungkin berasal dari galaksi lain. Sebuah Bintang pembalap yang berlari sangat cepat di galaksi mungkin telah dilempar dari haluan di sebuah galaksi yang lewat lebih lambat dan bersinggungan dengan galaksi kita.


Bintang hipervelocity antar galaksi memiliki ukuran besar dan berumur pendek, tapi menempuh perjalanan dalam kecepatan hingga 1.000 kilometer per detik. Mereka tampak berada dalam kelompok yang tidak biasa di langit belahan bumi utara dan asal mula speedstar besar ini masih teka-teki.

Tapi para ilmuwan University of Cambridge berpendapat bintang-bintang ini mungkin telah terlempar dari Large Magellanic Cloud yaitu sebuah galaksi kerdil yang melaju dengan kecepatan tinggi melewati tepi galaksi Bima Sakti.

Bintang hipervelocity memiliki 3 hingga 10 kali massa Matahari dan bergerak sangat cepat di galaksi yang terbentuk ketika bintang biner masif meledak dalam supernova…

Ledakan Diversifikasi Katak Tepat Pasca Kepunahan Dinosaurus

Laporan Penelitian ~ Nenek moyang kodok pohon mungkin mendapatkan terobosan besar berkat kepunahan massal yang menghapuskan dinosaurus. Setelah peristiwa sekitar 66 juta tahun lalu yang menandai berakhirnya periode Cretaceous dan dimulainya spesies Paleogene, spesies kodok mengalami diversifikasi yang cepat.


Para ilmuwan menciptakan pohon filogenetik baru berisi diagram hubungan evolusioner yang bercabang-cabang menggunakan data ratusan genom katak untuk lebih memahami evolusi kodok. Dari sini mereka meneliti tingkat dan pola diversifikasi spesies dan menemukan kebanyakan katak modern tidak berasal dari Mesozoik seperti yang diteorikan.

Mereka melaporkan ke Proceedings of the National Academy of Sciences yang menemukan sekitar 88 persen spesies kodok hidup termasuk semua kodok pohon bermata merah (Agalychnis callidryas) berasal dari tiga garis keturunan utama yang muncul sekitar masa peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogene (K-Pg).

Seperti banyak spesies yang tumbuh subur pasca dinosa…